Earth Dance



❮Reading❯ ➿ Earth Dance Author Oka Rusmini – E17streets4all.co.uk Earth Dance, the story of four generations of Balinese women, centers on conflicts that arise between the demands of caste and personal desires Narrated by Ida Ayu Telaga, a Balinese woman in her thir Earth Dance, the story of four generations of Balinese women, centers on conflicts that arise between the demands of caste and personal desires Narrated by Ida Ayu Telaga, a Balinese woman in her thirties, the novel shows Balinese women as depicted by her mother, grandmother and female peers to be motivated by two factors the yearning to be beautiful, and the desire for a high caste husband Headstrong Telaga defies her mother s wishes and marries the man of her dreams, who is a commoner Thus, in a reversal of societal expectations, as shown in the novel by images of women who aspire to liberation through marrying up, Telaga s emancipation is implicitly characterized as a move downwards, through transformation to the status of a commoner Earth Dance also reveals that like high caste status beauty, too, has a price Behind the thick, glossy hair and golden complexion, lies a web of jealousy, derision and intrigue Telaga, whose life is controlled by her mother s avarice, her mother in law s bitterness and the greed of her sister in law, has frequent cause to wonder Is this what it means to be a woman.Earth Dance

Oka Rusmini was born in Jakarta, July , She lives in Denpasar, Bali She writes poetry, novel, and short story Her published works are Monolog Pohon , Tarian Bumi , Sagra , Kenanga , Patiwangi , Warna Kita , Pandora , Tempurung , Akar Pule , Saiban Her novel Tarian Bumi has been translated into foreign languages Erdentanz Deutsch edition, , Jordens Dans Svenska edition, , Earth Dance English edition, , and La danza della terra Italian edition, In the year , she received the Best Poetry Award from Poetry Journal In , The Language Centre, Ministry of Education of the Republic of Indonesia, gave her the Literary Appreciation Award of Literary Works for her novel Tarian Bumi In , she received the Literary Appreciation Award from the Agency of Language Development and Cultivation, Ministry of Education of the Republic of Indonesia, and the South East Asian Write Award, Bangkok, Thailand, for her novel Tempurung Her book of poems Saiban won the national literary award, Kusala Sastra Khatulistiwa She was invited to national and international events, such as Literary Festival Winternachten in Den Haag, Amsterdam, Netherland , Singapore Writer Festival , and OZ Festival, Adelaide, Australia She was also invited as guest writer in Hamburg University Germany Oka Rusmini can be contacted atTwitter okarusEmail tarianbumi yahooFacebook Page oka rusmini.

Earth Dance MOBI ò Paperback
    If you re looking for a CBR and CBZ reader motivated by two factors the yearning to be beautiful, and the desire for a high caste husband Headstrong Telaga defies her mother s wishes and marries the man of her dreams, who is a commoner Thus, in a reversal of societal expectations, as shown in the novel by images of women who aspire to liberation through marrying up, Telaga s emancipation is implicitly characterized as a move downwards, through transformation to the status of a commoner Earth Dance also reveals that like high caste status beauty, too, has a price Behind the thick, glossy hair and golden complexion, lies a web of jealousy, derision and intrigue Telaga, whose life is controlled by her mother s avarice, her mother in law s bitterness and the greed of her sister in law, has frequent cause to wonder Is this what it means to be a woman."/>
  • Paperback
  • 166 pages
  • Earth Dance
  • Oka Rusmini
  • English
  • 05 February 2019
  • 9798083822

10 thoughts on “Earth Dance

  1. says:

    Tarian Bumi, Tarian Langit Matahari Kelak, kalau kau jatuh cinta pada seorang laki laki, kau harus mengumpulkan beratus ratus pertanyaan yang harus kausimpan Jangan pernah ada orang lain tahu bahwa kau sedang menguji dirimu apakah kau memilki cinta yang sesungguhnya atau sebaliknya Bila kau bisa menjawab beratus ratus pertanyaan itu, kau mulai memasuki tahap berikutnya Apa untungnya laki laki itu untukmu Kau harus berani menjawabnya Kau harus yakin dengan kesimpulan kesimpulan yang kaumuncu Tarian Bumi, Tarian Langit Matahari Kelak, kalau kau jatuh cinta pada seorang laki laki, kau harus mengumpulkan beratus ratus pertanyaan yang harus kausimpan Jangan pernah ada orang lain tahu bahwa kau sedang menguji dirimu apakah kau memilki cinta yang sesungguhnya atau sebaliknya Bila kau bisa menjawab beratus ratus pertanyaan itu, kau mulai memasuki tahap berikutnya Apa untungnya laki laki itu untukmu Kau harus berani menjawabnya Kau harus yakin dengan kesimpulan kesimpulan yang kaumunculkan sendiri Setelah itu, endapkan Biarkan jawaban jawaban dari ratusan pertanyaanmu itu menguasai otakmu Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sistem Menikahlah kau dengan laki laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih Yakinkan dirimu bahwa kau memang memerlukan laki laki itu dalam hidupmu Kalau kau tak yakin, jangan coba coba mengambil risiko h 21 Carilah perempuan yang mandiri dan mendatangkan uang Itu kuncinya agar hidup laki laki bisa makmur, bisa tenang Perempuan tidak menuntut apa apa Mereka cuma perlu kasih sayang, cinta, dan perhatian Kalau itu sudah bisa kita penuhi, mereka tak akan cerewet Puji puji saja mereka Lebih sering bohong lebih baik Mereka menyukainya Itulah ketololan perempuan Tapi ketika berhadapan dengan mereka, mainkanlah peran pengabdian, hamba mereka Pada saat seperti itu perempuan akan menghargai kita Melayani kita tanpa kita minta Itu kata laki laki di warung, Meme Benarkah kata kata itu h 39 40 Dalam hidup ini, Sekar, tak ada yang gratis Air, udara, semua energi yang membuatmu hidup harus kau bayar Kau pernah bahagia Kalau kau mendapatkan hadiah itu dari hidup, kau harus bersiap siap, karena beberapa detik lagi penderitaan akan berdiri dengan angkuhnya di hadapanmu Suara batin yang sering memaksanya untuk sadar, bahwa hidup memang harus disiasati, sebelum manusia hanya sekadar jadi pecundang h 101 Apa arti cinta, Luh Aku hanya memerlukan hidup layak, hidup terhormat Kau juga memerlukan kasih sayang Jangan samakan dirimu dengan benda benda mati Suara Kenten penuh amarah Hidup telah mengajari aku jadi batu Kau pernah bertanya pada batu Betapa menyakitkan menjadi batu Siapa yang mengatakan itu padamu Apa batu pernah mengeluh padamu Luh Kenten diam Aku tidak akan pernah bermimpi sepertimu Berarti kau benda mati Manusia hidup memiliki keinginan, memiliki mimpi Itulah yang menandakan manusia itu hidup Batu juga memiliki keinginan Dalam kediamannya dia mengandung seluruh rahasia kehidupan ini Hidupku bukan hidupmu Aku tidak suka bermimpi h 106 107 Tahukah kau, Luh, kau terlalu lugu untuk hadir dalam kehidupan ini

  2. says:

    Excellent I loved this Tari Oleg Tamulilingan, a Balinese dance of love, the male and female dancer imitate the flirtatious behavior of bumblebees.It was just by chance that I stumbled upon this book in my library Erdentanz by Oka Rusmini, which is originally called Tarian Bumi in Indonesian and translated means Earth Dance It s a short novel about the lives of Balinese women over 4 generation and highlights different aspects of Balinese culture Truly enjoyed this One theme that was lar Excellent I loved this Tari Oleg Tamulilingan, a Balinese dance of love, the male and female dancer imitate the flirtatious behavior of bumblebees.It was just by chance that I stumbled upon this book in my library Erdentanz by Oka Rusmini, which is originally called Tarian Bumi in Indonesian and translated means Earth Dance It s a short novel about the lives of Balinese women over 4 generation and highlights different aspects of Balinese culture Truly enjoyed this One theme that was largely covered in this book was the Balinese caste system Now, I knew that Bali is the only Hindu majority island in Indonesia, but I was never really informed about their caste system This novel shows through the family s drama and marriages the differences between the castes We see a male Brahmana marrying a Sudra woman, who is lifted from the lower caste However, when a female Brahmana marries a Sudra man, she has to step down to the lower caste group.Another theme that this novel discusses is the commercialization of art I found this part really fascinating Balinese lifestyle is known for its ceremonies, the dancing, the sculpture making and the painting Balinese people are often stereotyped as natural artists In this story, there s a part involving the Western artists that came to the island of God and were looking for artistic inspiration Some European artists made a lot of money from the art that they created in Bali It s no surprise that some Balinese people were sucked into this money economy and others were taken advantage of One of the character contemplates how art changed once the Westerners came to Bali and introduced their way of art Very interesting This novel also incorporates themes of Balinese dancing, the life of these female dancers who become revered in society and can marry into the Brahmana class, but have to immediately stop dancing after the wedding One character s father was labeled a communist and killed for it, but this novel doesn t focus on the 1965 event But I thought that the author briefly mentioned how society ostracized that family because a single family member allegedly is communist.My only criticism is that this novel was tad too shortDeshalb sollst du aus solchen Erfahrungen lernen Lauf niemals vor der Realitaet davon Stell dich mutig allen Herausforderungen Jeder Mensch hat grosse und schwere Ereignisse im Leben zu meistern

  3. says:

    Ini tentang perempuan Bali, dan kelamnya menjadi perempuan di dunia yang sangat patriarkis.Tapi rasanya berlebihan jika buku ini dibilang sebagai luar dalamnya Bali karena masih ada yang kurang digali oleh Oka Rusmini Saya juga agak sangsi ketika dibilang perempuan perempuan ini pendobrak adat, tapi kenyataannya, di akhir mereka tunduk kepada adat Pendobrakan terhadap adat bukan hanya sekedar pindah kasta dengan begitu besarnya pengorbanan , pendobrakan terhadap adat seyogyanya dihadiri ole Ini tentang perempuan Bali, dan kelamnya menjadi perempuan di dunia yang sangat patriarkis.Tapi rasanya berlebihan jika buku ini dibilang sebagai luar dalamnya Bali karena masih ada yang kurang digali oleh Oka Rusmini Saya juga agak sangsi ketika dibilang perempuan perempuan ini pendobrak adat, tapi kenyataannya, di akhir mereka tunduk kepada adat Pendobrakan terhadap adat bukan hanya sekedar pindah kasta dengan begitu besarnya pengorbanan , pendobrakan terhadap adat seyogyanya dihadiri oleh nilai nilai yang ditolak oleh si perempuan sebagai tokoh utama spoiler Misalnya, tokoh Luh Kenten yang dicitrakan lesbian tidak diungkit ungkit lagi setelah perkawinan gadis impiannya, Luh Sekar Kemana Luh Kenten Padahal menurut saya tokoh ini harusnya digali lebih dalam lagi dan kalau penggambarannya baik, maka itulah nilai pendobrakan terhadap adat.Posisi laki laki disini berbeda dengan perempuan, jika perempuan sangat manusiawi abu abu, juga penuh nafsu akan dunia, ambisi tidak demikian dengan laki laki Dunia laki laki Bali digambarkan dengan hitam putih saja Kalau tidak sebejat binatang dan pretensius, ya baik kalaupun baik nasibnya naas, meninggal atau menjadi perempuan melalui ritual Bali jika si perempuan bangsawan yang memintanya menikahinya yang mana mencabut keberadaannya sebagai lelaki, merenggut harga dirinya Sebagai perempuan, saya menyenangi novel ini Okra Rusmini melakukan selebrasi terhadap feminitas perempuan indah, sensual, dan bersinar lagi menggoda Perempuan perempuan yang ada dalam Tarian Bumi adalah mereka yang menanggung pilihan ketika prinsip mereka bertentangan dengan adat tapi pada akhirnya mereka tunduk terhadap adat tersebut Namun perempuan perempuan ini adalah perempuan yang kalah dalam masyarakanya tunduk kepada adat yang mereka takuti, yang mereka keluhkan karena repot.Banyak persoalan menarik disini, dimana narasi tentang perempuan yang diberikan Oka Rusmini kadang saling bertentangan, bertabrakan, lalu melahirkan suatu cerita panjang untuk memberitahu apa rasanya menjadi perempuan Bali Setidaknya

  4. says:

    This review has been hidden because it contains spoilers To view it, click here Cetakan pertama, April 2000Cetakan keempat, Juli 2004Saya belum pernah pergi ke Bali, jangankan ke Bali naik pesawat saja saya belum pernah Ah katanya pengagum Habibie Ironis memang Tapi setelah membaca novel Tarian Bumi, setidaknya saya tahu sedikit tentang kultur di Bali.Jika novelis Inggris, Graham Greene, merasa telah menemukan India yang sebenarnya justru dalam novel novel dan cerita cerita pendek yang di tulis R.K Narayan, maka tak berlebihan jika kita telah menenmukan Bali yang sebena Cetakan pertama, April 2000Cetakan keempat, Juli 2004Saya belum pernah pergi ke Bali, jangankan ke Bali naik pesawat saja saya belum pernah Ah katanya pengagum Habibie Ironis memang Tapi setelah membaca novel Tarian Bumi, setidaknya saya tahu sedikit tentang kultur di Bali.Jika novelis Inggris, Graham Greene, merasa telah menemukan India yang sebenarnya justru dalam novel novel dan cerita cerita pendek yang di tulis R.K Narayan, maka tak berlebihan jika kita telah menenmukan Bali yang sebenarnya melalui novel ini Horison, Juli 2001 Novel ini saya beli 2 minggu yang lalu 14 maret 2010 saat ada obral buku, di toko buku Gramedia, Depok Saat sedang asik melempar lempar buku obral berlebihan memang buku inilah yang saya lihat menarik dan yang lebih penting murah harganya, yah namanya juga obral Setelah dengan iseng membuka lapisan sampul plastik pelindung buku bagian ini jangan ditiru ternyata buku ini merupakan salah satu novel yang fenomenal sekaligus kontroversial.Novel ini dengan sangat terbuka menghantam keadaan yang melingkupi kehidupan perempuan di kalangan bangsawan Bali yang masih feodal Dalam konteks adat istiadat Bali, Tarian Bumi dipandang sebagai sebuah pemberontakan terhadap adat Tempo, 9 Mei 2004 Menurut saya novel ini berbeda dengan novel yang pernah di buat oleh novelis perempuan lainya Novelis perempuan yang pernah saya baca seperti Fira Basuki, Djenar Mahesa, dan Ayu Utami terkadang ini menurut saya lho ya kalau tidak terlalu vulgar, atau terkadang kalimatnya sulit di pahami Memang tiap penulis punya gaya menulis masing masing.Tarian Bumi merupakan karya terbaik yang pernah saya baca yang di tulis oleh novelis perempuan Bukan berarti karya noevelis perempuan yang lain tidak baik Buktinya saya suka dengan Nayla Djenar Mahesa Saman, Bilangan Fu Ayu Utami bahkan saya punya triloginya Jendela, Pintu dan Atap Fira Basuki walaupun baru pintu yang saya baca, jendela dan atapnya masih terbungkus rapi..hehehe.Menurut buku sejarah kelas XI sekolah menengah atas Bangsa Arya termasuk bangsa Indo Jerman Bangsa Arya memiliki ciri ciri kulit putih, badan tinggi dan hidung mancung.Bangsa Arya menyebut bangsa DravIda sebagai arasah hidung pesek atau dashu budak Untuk membatasi jarak hubungan bangsa Arya terhadap bangsa DravIda sekaligus menyucikan darah keturunan Arya, diciptakalah kasta yang terdiri dari 4 golongan, yaitu kasta brahmana keluar dari mulut dewa , kasta ksatria keluar dari tangan dewa , kasta waisya keluar dari perut dewa , dan kasta sudra keluar dari kaki dewa.kasta tertinggi adalah brahmana Hanya kaum brahmana yang boleh menyebarkan agama Dan sudra adalah kasta terendah.Konflik dalam novel ini menceritakan tantang pergolakan kasta kasta dalam kultur Bali Di ceritakan bagaimana seorang wanita berambisi untuk masuk kasta brahmana, untuk keluar dari kemiskinan kasta sudra Dan juga menceritakan kisah percintaan antara perempuan brahmana dengan laki laki sudra Jadi kisah dalam novel ini sungguh berbeda dengan novel kebanyakan Saya akui novel ini banyak membuka wawasan dan mendapatkan pengetahuan baru.Dalam novel ini juga saya menjadi bertambah wawasan mengenai terminologi dalam bahasa Bali seperti Luh adalah panggilan untuk anak perempuan, Odah artiya nenek, Ida Ayu adalah nama depan anak perempuan kasta brahmana, kasta tertinggi dalam struktur masyarakat Bali, biasanya di singkat Dayu Untuk anak laki laki bernama Ida Bagus Kemudian ada griya artinya rumah tempat tinggal kasta brahmana Untuk kasta ksatria rumahnya bernama puri Sedangkan Meme artinya ibu, tugeg singkatan dari Ratu Jegeg Seorang yang kastanya lebih rendah memanggil anak perempuan brahmana dengan panggilan tugeg Tuniang artinya nenek panggilan untuk nenek kasta brahmana , Jero adalah nama yang harus dipakai oleh seorang perempuan kebanyakan yang menikah dengan laki laki bangsawan tiang artinya saya, selanjutnya ada Tukakiang artinnya kakek, Ratu adalah panggilan kehormatan untuk kalangan bangsawan, dan hanya terminologi ini yang saya tahu, karena pernah menjadi salah satu iklas susu kental manis yaitu kata Bli yang merupakan panggilan untuk kakak laki laki.Tokoh utama dari novel ini bernama Telaga Telaga merupakan seorang Ida Ayu Ida Ayu Telaga Pidada lengkapnya, merupakan anak pasangan Ida Bagus Ngurah Pidada dengan Luh Sekar Jero Kenanga Ida Ayu Telaga Pidada mempunyai anak bernama Luh Sari Mengapa anak Ida Ayu Telaga tidak memakai title Ida Ayu, karena Ida Ayu Telaga tidak menikah dengan seorang Ida Bagus sesama bangsawan Telaga menikah dengan Wayan Sasmitha Wayan Sasmitha merupakan laki laki sudra.Wanita yang sangat berpengaruh dalam kehidupan Telaga adalah ibunya yaitu Luh Sekar atau setelah menikah menjadi Jero Kenanga.Luh Sekar adalah seorang wanita sudra Luh Sekar hidup dalam keadaan miskin Ayah dari Luh Sekar berkecimpung dalam politik, dia diculik karena termasuk orang PKI dan hilang tak pernah muncul lagi Derita itu ditambah lagi kecelakaan yang luar biasa Ibunya Luh Dalem saat pergi ke pasar Luh Dalem, dirampok dan diperkosa hingga buta dan hamil Dan kemudian melahirkan anak kembar, Luh Kerta dan Luh Kerti.Luh Sekar adalah wanita yang cantik dan pandai berjoged joged di novel ini bukan merupakan joged dangdut tetapi joged dalam tarian Bali Kata ibu Sekar, pragina pragina primadona tari, terlebih tari hiburan seperti joged, Memerlukan doa yang sangat luar biasa.Masih kata ibu Sekar, hanya orang orang tertentu yang bisa mendapatkan restu para dewa ntuk meari dengan baik Penari yang bahkan mampu mematahkan panggung hanya dengan satu tetes keringat Perempuan Bali itu, Luh, perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkan keluhan Mereka labih memilih berpeluh Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa mereka masih hidup, dan harus tetap hidup Keringat mereka adalah api Dari keringat itulah asap dapur bisa tetap terjaga Mereka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka Merekapun menyusui laki laki Menyusui hidup itu sendiri Demi keluar dari kemiskinan dia berambisi untuk menikahi seorang Ida Bagus Bahkan dia memilih untuk bersumpah tidak menikah kecuali dengan seorang Ida Bagus Sekar mengatakan dengan penuh ambisi aku benci perempuan diluar Merka hanya bisa mengejekku Aku tahu mereka sungguh adalah seorang pengecut yang takut bersaing denganku Karena hidupku selalu sial, aku ingin bertaruh pada diriku sendiri Aku ingin menaklukan hidupku Hidup bagiku adalah pertarungan yang tidak pernah selesai Tidak akan pernah habis selama aku masih hidup Aku harus jadi pemenang Sebelum kau mengalahkan hidup, aku tidak ingin mati Luh Sekar punya sahabat dan sepetinnya dia satu satunya sababat Namanya adalah Luh Kenten Kenten adalah wanita yang perkasa Dia memiliki kecantikan khas seorang wanita sudra Kulitnya hitam, matanya tajam, dan tubuhnya sangat kuat Dia juga memiliki rambut yang sangat panjang Rambut itu sering digulung seadanya Itulah yang memuat orang orang mengagumi kecantikannya.Keakraban Kenten dengan Sekar ternyata memiliki maksud tersendiri yang tidak di ketahui oleh Sekar Kenten mencintai Sekar.Luh Kenten hanya bisa menarik nafas dan bertanya pada diri sendiri Dosakan aku bila hanya mencintai dan hanya bisa tersentuh bila memandang tubuh perempuan Suatu hari Kenten pernaah berbicar pada ibunya Kenten tidak senang mendapat gunjingan dari laki laki yang duduk santai di kedai kopi Sementara aku Kenten harus kerja keras Kaki mereka terangkat dikursi Sungguh Meme, aku ingin melempar kayu bakar kearah mereka Bahkan ku dengar laki laki yang sering mencubit pantatku istrinya dua Laki laki tukang kawin Padahal tidak punya pekerjaan tetap yang bisa menopang keluarganya Meme tahu apa yang dia katakana ke teman temanya Bicara apa dia Carilah perempuan yang mandiri dan mendatangkan uang Itulah kunci agar kehidupan laki laki makmur, bisa tenang Perempuan tidak menuntut apa apa Mereka Cuma perlu kasih sayang, cinta, dan perhatian Kalau itu sudah dipenuhi, mereka tak akan cerewet Puji puji saja mereka Lebih sering berbohong lebih baik Mereka menyukainya Itulah ketololan perempuan Tapi ketika berhadapan dengan mereka, mainkanlah peran pengabdian, hamba mereka Pada saat itu perempuan akan menghargai kita Melayani kita tanpa kita minta Itu kata laki laki di warung Meme, apakah benar itu hal 39 Sekar sungguh mencintai Kenten hanya sebatas sahabat atau bahkan saudara Tanpa pernah tahu Kenten mencintai Sekar dalam arti yang sesungguhnya Kenten selalu menemani dan memberi agar sedikit membelokan ambisinya Namun Sekar mengatakan bahwa semua ini dilakukan demi masa depan.Luh Sekar akhirnya disunting secara sah oleh Ida Bagus Ngurah Pidada laki laki yang paling rajin datang setiap joged Luh Sekar tidak hanya harus meninggalkan keluarga dan kebiasaan kebiasaannya Selain berganti nama menjadi Jero Kenanga, dia harus meninggalkan semua yang pernah membesarkanya.Jero Kenanga memiliki anak bernama Ida Ayu Telaga Pidada Berbeda dengan ibunya yang sudra menjadi brahmana sehingga menyandang nama Jero, tetapi Telaga adalah murni brahmana sehingga menyandang nama Ida Ayu.Telaga memiliki kaki yang indah untuk menari Ibunya meminta Luh Kambren untuk mengajari Telaga menari Luh Kambren mempunyai sebuah taksu, yaitu kekuatan dari dalam yang tidak bisa telihat Menurut Luh Kambren, Telaga adalah gadis pilihan yang mampu menerima taksu yang dia punya.Kambren adalah seniman tua Bali yang tercatat dalam buku sejarah kesenian, tetapi tidak pernah merasakan hasil yang pantas dia dapatkan dari pengabdianya Telaga ingat kata kata perempuan tua yang tatap perawan itu dulu tiang berfikir, berpuluh puluh piagam yang tiang sendiri tidak tahu namanya ini mampu menanggung masa depan tiang Nyatanya tidak Berpuluh piagam penghargaan miliknya yang kemudian dirobek robek untuk menutupi biliknya yang bolong Akhirnya Luh Kambren meninggal karena penyakit jantung di biliknya yang bau dan tidak terawat.Telaga pernah mendpat nasehat dari neneknya Ida Ayu Sagra Pidada bahwa, Kelak, kalau kau sudah mengenal laki laki, kau harus tanya dirimu sendiri Apa dia pantas kau cintai Apa perasaanmu sungguh sungguh padanya Harus bisa kau bedakan rasa kagum dengan dan mencintai dengan baik Kalau kau tidak bisa bedakan, jangan coba memilih laki laki untuk temapat bergantung Akhrnya Telaga menambatkan hatinya pada laki laki sudra yaitu Wayan Sasmitha mahasiswa seni lukis tingkat akhir Wayan adalah lelaki pertama yang menyentuh bibirnya, mengusap tubuhnya, dan membaca seluruh peta tubuhnya Laki laki yang tidak pernah tersesat menjelajah tubuh Telaga.Pernikahan Ida Ayu Telaga dan Wayan Sasmitha awalnya ditolak oleh ibu dari Wayan yang, Luh Gumbreg Karena menurut kepercayaan Luh Gumbreg, seorang laki laki sudra dilarang meminang perempuan brahmana Akan sial jadinya bila Wayan mengambil Telaga sebagi istri Perempuan sudra itu Luh Gumbreg percaya bahwa mitos bahwa perempuan brahmana adalah surya, matahari yang menerangi gelap Kalau matahari itu di curi, bisakah dibayangkan akibatnya Telaga yakin terhadap pilihannya Akhirnya Telaga menikah dengan Wayan Sasmitha Kalau saja Telaga menikah dengan laki laki brahmana, keluarga besar akan membekali kepergian mereka dengan perhiasan Karena menikah dengan Wayan, tidak ada keluarga yang membawa peralatan pakaian dan perhiasan untuk Telaga Apalagi dia kawin tanpa pamit.Hasil buah cinta dari Wayan Sasmitha dengan Ida Ayu Telaga di beri nama Sari, Luh Sari Anak itu bukan kaum brahmana melainkan sudra Berkali kali tiang berkata, menikah dengan Ida Ayu pasti mendatangkan kesialan Ujar Luh Gumbreg bapak mati karena sakit Kenapa Odah salahkan Meme Sari memekik.Telaga tiak pernah mengerti, tubuh Wayan yang kuat ternyata rapuh Kata dokter, Wayan memiliki kelainan jantung sejak kanak kanak Wayan mati di studio lukisnya Telaga bahkan tidak tahu jam berapa laki laki itu sekarat Karena bila Wayan masuk studio, Telaga dan seluruh penghuni rumah tahu diri, tidak ingin menggangu dia melukis.Di akhir cerita, Luh Gumbreg meminta Telaga untuk berpamitan kepada griya, karena sewatu menikah Telaga tidak berpamitan, dan Telaga belum melakukan upacara Patiwangi.Kemudian dilakukanlah permintaan Luh Gumbreg Telaga datang menemui tukakiang Ida Bagus Tugur Telaga menceritakan bahwa dia harus pamit pada leuhur griya, karena Sekarang dia bukan bagian dari keluarga griya.Masih satu upacara yang harus dilakukan agar benar benar menjadi perempuan sudra Patiwangi Pati berarti mati dan wangi berarti keharuman Kali ini Telaga harus membunuh nama Ida Ayu yang telah berikan hidup padanya Nama itu tidak boleh dipakai lagi Tidak pantas Hanya membawa kesialan pada orang lain.Upacara Patiwangi adalah penurunan derajat Dilakukan dengan cara menginjak dan bercuci kaki di ubun ubun orang yang ingin diturunkan derajatnya Sebelum perempuan tua sesepuh griya melangkahi tubuhnya Telaga ingin ibunyalah yang menurunkan derajatnya Sejak dia lahir perempuan itu tetap menghormatinya sebagai bangsawan.Setelah di telaga mengetuk pintu dan memohon agar ibunya mau menemuinya Ibunya pun akhirnya keluar dan memberinya sebungkus kain putih yang berisi tusuk konde Kain putih ini adalah hadiah dari Luh Dalem pada Luh Sekar menjelang masuk keluarga griya dan merubah namanya menjadi Jero Kenanga Terima kasih Meme Meme harus tahu, tiang tak pernah menyesal menikah dengan Wayan Yang tiang sesalkan, begitu banyak orang yang merasa lebih bangsawan daripada bangsawan yang sesungguhnya Telaga menjauh.Suasana pura semakin mengelisahkan Sesaji sudah di hadapan Telaga Telaga mulai membuka bajunya Dia hanya menggunakan kain sebatas dada Seorang pemangku mengucapkan mantra mantra Kaki perepuan tua sesepuh griya itu diletakan pada kepala Telaga, tepat di ubun ubunya Air dan bunga menyatu Sebuah upacara yang harus dilakukan demi ketenangan keluarganya Demi Luh Sari Telaga lelah dianggap sumber malapetaka keluarga Gumbreg Aku tidak pernah meminta peran sebagai Ida Ayu Telaga Pidada Kalaupun hidup terus memaksaku memainkan peran itu, aku harus menjadi aktor yang baik Dan hidup harus bertanggung jawab atas permainan gemilangku sebagai Telaga Telaga bergumam, membiarkan perempuan tua itu mencuci kaki di ubun ubunnya yang menjelma dirinya menjadi perempuan baru Perempuan sudra Novel ini menurut saya sungguh menarik Yang akan memperkaya wawasan pembaca dan menambah khazanah kesusastraan Indonesia Novel ini memikat Tak cuma dari gaya bahasanya yang mengalir, padat, dan indah, tapi kisah perjuangan wanita Bali mencapai kebahagiaan dan menghadapi realita sosial budaya disekelilingnya Femina 28 XXVIII 2000

  5. says:

    Satu hal yang saya sesali saat membaca buku ini adalah, Sial Kenapa baru membacanya sekarang, ya Buku ini akan bermanfaat sekali sebagai sebuah referensi di kelas Gender yang sedang saya ikuti Dan lagi, secara pribadi, saya temukan beberapa kesamaan karakter perempuan Bali dan Minang ambivalensi kelembutan dan kekuatan Saya ingat Ibu, Nenek, dan Nenek Uyut ketika membaca ini Dan tentu saja, saya jadi suka sekali nama Wayan dan Telaga

  6. says:

    Sukaa ama buku ini Mengupasa bagaimana sifat dan sikap wanita, dalam hal ini digambarkan oleh wanita Bali Review lengkap menyusulSekar sudah capek menjadi orang miskin Sudah dikucilkan tetangga karena bapaknya diduga PKI, ibunya dirampok dan diperkosa pula Bagi Sekar, jalan menuju kebahagiaan yang ia cari adalah dengan menjadi seorang penari dan menikah dengan lelaki Brahmana Apapun akan ia lakukan demi mendapatkan kebahagiaan tersebut sekalipun menjadikan hati dan telinganya beku dan batu Sukaa ama buku ini Mengupasa bagaimana sifat dan sikap wanita, dalam hal ini digambarkan oleh wanita Bali Review lengkap menyusulSekar sudah capek menjadi orang miskin Sudah dikucilkan tetangga karena bapaknya diduga PKI, ibunya dirampok dan diperkosa pula Bagi Sekar, jalan menuju kebahagiaan yang ia cari adalah dengan menjadi seorang penari dan menikah dengan lelaki Brahmana Apapun akan ia lakukan demi mendapatkan kebahagiaan tersebut sekalipun menjadikan hati dan telinganya beku dan batu dari gunjingan orang orang.Telaga lahir di keluarga terhormat, keluarga Brahmana Ibu dan neneknya amat menyayangi Telaga dengan cara mereka yang berbeda Sang Ibu terkadang amat menuntut Telaga dengan dalih untuk kebahagiannya, sedangkan sang nenek selalu menjejali Telaga dengan petuah kebangsawanan Kisah dua orang ini diceritakan dengan konflik yang berkelindan, berserta konflik para wanita di sekitar mereka Wanita wanita yang iri, yang membenci, atau yang mencintai sesama mereka Sewaktu melihat buku ini di scoop, saya sudah jatuh hati pada covernya Setelah membaca buku ini pun, saya rasa covernya memang mewakili isi cerita yang bertumpu pada seluk beluk wanita Jika pada buku Sagra, cerita para wanitanya hanya dikisahkan pendek pendek saja, maka di Tarian Bumi ini, kisahnya lebih rumit, mungkin serumit perasaan wanita itu sendiri Bagi saya, buku ini mengupas kisah wanita Bali dengan amat apik Saya juga jadi nambah pemahaman dan pengetahuan tentang wanita penari Bali serta hubungannya dengan kasta kasta mereka Buku ini memang cakap dalam menceritakan latar budaya yang kuat dalam ceritanya, ia juga mengungkap rahasia serta kekuatan yang dimiliki oleh seorang wanita, maka saya sendiri tak heran jika ia mendapat Penghargaan Sastra Badan Bahasa di tahun 2003 Coba deh baca, semoga kamu juga suka

  7. says:

    Betapa indah sekaligus repotnya menjadi perempuan Bali Mereka sungguh penuh akan taksu, penuh daya pikat yang entah mengapa sampai sekarang masih bisa saya lihat dan rasakan apalagi ketika sedang bersama mama dan masyarakat di kampung halaman Mereka kuat dan tangguh Maka dari itulah, para Dewata menjadikannya makhluk yang dihadapkan dengan beragam problema Dibandingkan para laki laki Bali, mereka sangat sulit untuk menentukan pilihan pilihannya sendiri karena kasta, karena adat, karena ag Betapa indah sekaligus repotnya menjadi perempuan Bali Mereka sungguh penuh akan taksu, penuh daya pikat yang entah mengapa sampai sekarang masih bisa saya lihat dan rasakan apalagi ketika sedang bersama mama dan masyarakat di kampung halaman Mereka kuat dan tangguh Maka dari itulah, para Dewata menjadikannya makhluk yang dihadapkan dengan beragam problema Dibandingkan para laki laki Bali, mereka sangat sulit untuk menentukan pilihan pilihannya sendiri karena kasta, karena adat, karena agama, karena keluarga, karena sistem patriarkat Untuk bertata laku saja sudah dikekang oleh beragam hal, apalagi untuk urusan memilih teman hidup dan menikah Semuanya harus sesuai pakem, tidak boleh ada yang keluar haluan Akan tetapi, para perempuan dalam novel ini, Pidada, Kenanga, Telaga, dan tokoh tokoh perempuan lainnya membuat saya sadar, bahwa masih ada kesempatan untuk memberontak masih ada kesempatan untuk hidup atas jalan yang telah kita pilih sendiri

  8. says:

    Buku ini banyak menggambarkan ambisi, keinginan, dan ketidakpuasan manusia Sejak dulu saya tertarik dengan kebudayaan Bali, tentu saja Tarian Bumi memberikan pengalaman membaca yang sangat menyenangkan.

  9. says:

    Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini menggunakan narrative order yaitu narasi yang dimulai di tengah tengah perkembangan kejadiannya sesuai dengan pengisahannya Telaga sebagai pencerita memberitahu kita sejarah keluarganya dari kedua neneknya Ida Ayu Sagra Pidada dan Luh Dalem sampai dirinya memiliki seorang anak, Luh Sari.Bila diceritakan secara kronologis, novel ini dapat dimulai dengan perjalanan hidup Luh Sekar, ibu Telaga Selama masih menjadi perempuan sudra kasta terendah dalam masyaraka Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini menggunakan narrative order yaitu narasi yang dimulai di tengah tengah perkembangan kejadiannya sesuai dengan pengisahannya Telaga sebagai pencerita memberitahu kita sejarah keluarganya dari kedua neneknya Ida Ayu Sagra Pidada dan Luh Dalem sampai dirinya memiliki seorang anak, Luh Sari.Bila diceritakan secara kronologis, novel ini dapat dimulai dengan perjalanan hidup Luh Sekar, ibu Telaga Selama masih menjadi perempuan sudra kasta terendah dalam masyarakat agama Hindu atau orang kebanyakan, keluarga Luh Sekar hidup miskin dan dikucilkan masyarakat karena ayah Luh Sekar yang telah pergi dari rumah adalah seorang anggota PKI Dalam tekanan itu, Luh Sekar berambisi mendapat pengakuan dari masyarakat dengan menjadi pragina, primadona dalam grup tari Mimpi ini tidak dengan mudah ia raih Setelah berhasil menjadi pragina, Luh Sekar bermimpi lagi, kali ini menjadi seorang brahmana kasta tertinggi dalam masyarakat agama Hindu.Mimpi Luh Sekar menjadi seorang brahmana harus dibayar mahal Selain berganti nama menjadi Jero Kenanga, Sekar harus berpisah dengan Luh Dalem, ibunya, dan Luh Kenten, sahabat satu satunya Dalam kehidupan barunya pun Sekar mengalami banyak kesulitan Suaminya, Ida Bagus Ngurah Pidada, gemar main perempuan, berjudi, dan mabuk mabukan Ibu mertuanya, Ida Ayu Sagra Pidada, selalu menyalahkan Sekar perihal tingkah laku suaminya itu Sekar sadar kalau semua kesulitan yang dihadapinya itu adalah konsekuensi dari mimpinya Karenanya, Sekar menerima perlakuan ibu mertuanya terhadapnya.Ida Ayu Telaga Pidada lahir dengan dibebani mimpi mimpi Sekar Telaga diingini menjadi perempuan terbaik, tercantik, dan nantinya menikah dengan seorang Ida Bagus Telaga belajar pada Luh Kambren, guru tari terbaik dan termahal di seluruh desa Luh Kambren mengakui Telaga sebagai murid terbaiknya, perempuan yang tepat untuk diberi taksu miliknya Telaga pun menjadi penari terbaik dan tercantik seperti yang diidam idamkan oleh ibunya.Telaga menganggap ibunya, neneknya, dan guru tarinya sebagai tiga perempuan yang menjadi peta dalam proses kelengkapan pembentukannya sebagai perempuan Pengalaman pengalaman hidup dan nasihat nasihat mereka Telaga serap maknanya baik baik Nasihat yang paling berpengaruh bagi Telaga adalah nasihat neneknya tentang bagaimana memilih laki laki Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sistem Menikahlah kau dengan laki laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih Yakinkan dirimu bahwa kau memang memerlukan laki laki itu dalam hidupmu Kalau kau tak yakin, jangan coba coba mengambil resiko Rusmini, 2004 21 Telaga menolak semua Ida Bagus yang disodorkan ibunya Sejak masih kanak kanak, Telaga mencintai Wayan Sasmitha, pelukis muda yang sering mengunjungi kakek Telaga Saat Wayan melamarnya, Telaga sadar kalau konsekuensinya sangat besar Ia tidak hanya dikucilkan oleh kaum brahmana, kaum sudra pun menganggap pernikahannya dengan Wayan sebagai aib Setelah menikah, Wayan sering pergi berbulan bulan karena pekerjaannya Selama itu pula, Telaga menerima kata kata pedas dari Luh Gumbreg, ibu mertuanya, dan Luh Sadri, adik iparnya Luh Gumbreg menganggap Telaga menyusahkan sedangkan Luh Sadri sudah sejak dulu dengki padanya Saat Luh Sari, anak Telaga dan Wayan, berusia lima tahun, Wayan meninggal karena sakit Luh Gumbreg mengkambinghitamkan Telaga view spoiler Pada akhir novel ini, Telaga melakukan upacara patiwangi atas permintaan Luh Gambreg Upacara ini dilakukan untuk pamit pada leluhur di griya rumah untuk kasta brahmana sekaligus secara resmi menjadi perempuan sudra Dengan menjadi perempuan sudra, Telaga memang mengkhianati mimpi ibunya tapi juga berarti ia berani menanggung konsekuensi pilihannya menerima lamaran Wayan Sasmitha hide spoiler Siapa pun yang bermimpi harus giat berusaha dan berani menanggung konsekuensinya sebesar apa pun itu, termasuk jika mimpi itu hancur Perempuan perempuan dalam novel ini adalah perempuan perempuan yang teguh dalam pencapaian mimpinya dan berani menanggung konsekuensi tersebut.Satu hal yang meninggalkan misteri adalah tusuk konde yang diturunkan oleh Luh Dalem pada Sekar kemudian diturunkan lagi pada Telaga Ada getaran aneh mengalir dari benda itu Rusmini, 2004 221 Baik Sekar maupun Telaga, semasa muda mereka mengaku merasa ada sesuatu yang ditanamkan oleh ibu mereka setiap kali menari Bisa jadi tusuk konde itu adalah susuk yang bisa memikat orang lainnya pada pemakainya Di balik semua itu, tusuk konde tersebut juga menjadi simbol kasih sayang ibu kepada putrinya Meskipun Sekar sakit hati akan keputusan Telaga untuk menikah dengan laki laki sudra, Sekar memberikan tusuk konde tersebut karena ia tetap mencintai putri semata wayangnya itu.Dalam novel Tarian Bumi ini, Oka Rusmini menuangkan pemikirannya tentang budaya Bali yang telah menyatu dengan agama Hindu Oka Rusmini yang terlahir sebagai seorang brahmana menghadapi pilihan sulit saat sudah dianggap layak untuk menikah Kenapa laki laki brahmana dapat menikah dengan perempuan mana saja sedangkan perempuan brahmana harus turun kasta bila hendak bersuamikan laki laki dari kasta yang lebih rendah Alangkah mujurnya makhluk bernama laki laki Setiap pagi para perempuan berjualan di pasar, tubuh mereka dijilati matahari Hitam dan berbau Tubuh itu akan keriput Dan lelaki dengan bebasnya memilih perempuan perempuan baru untuk mengalirkan limbah laki lakinya Rusmini, 2004 43 Cuplikan di atas adalah pendapat Luh Kenten terhadap laki laki Berdasarkan pendapatnya inilah Luh Kenten memutuskan untuk hidup tanpa laki laki Tarian Bumi memang memberi penilaian yang buruk terhadap laki laki Ayah Luh Sekar anggota PKI yang konon memimpin pembantaian di desanya Suami Sekar laki laki yang bisanya hanya kelayapan dan akhirnya mati di tempat pelacuran Kakek Telaga melupakan istrinya dan tidak mengacuhkan anaknya Putu Sarma, suami Sadri, menggoda Telaga setelah Wayan meninggal Satu satunya laki laki yang lurus adalah Wayan Pengarang pun tidak memberinya banyak waktu untuk membahagiakan istrinya.Lewat Luh Kambren, Oka Rusmini juga mengkritik orang orang asing yang dengan culas memanfaatkan perempuan perempuan Bali Dengan dalih kesenian, mereka menelanjangi perempuan perempuan Bali dan menjadikan mereka aset demi kepentingan pribadi.Tokoh tokoh dalam Tarian Bumi tidak bernasib baik Telaga sendiri menghadapi banyak tokoh antagonis seperti Sekar, Luh Gumbreg, Luh Sadri, dan adat Bali sendiri Tokoh yang nasibnya paling buruk adalah Luh Dalem Hidupnya dan anaknya sudah cukup sulit sebelum ia dirampok dan diperkosa Tidak hanya itu, Luh Dalem kehilangan penglihatannya dan hamil Walau demikian, Luh Dalem tidak pernah mengeluh pada hidup Perempuan itu justru tersenyum kalau dilihatnya hidup menuntutnya terlalu banyak Rusmini, 2004 102.Hidup memang keras Hidup menghimpit kita dengan berbagai keadaan yang menyulitkan Namun, kita tidak sepatutnya pasrah menerimanya Nasib seseorang takkan berubah tanpa usahanya sendiri Manusia berusaha karena manusia bermimpi Seperti perempuan perempuan yang bermimpi dalam Tarian Bumi, mimpi itu memiliki konsekuensi yang kadang tak terduga Akan tetapi, mimpi jugalah yang membuat hidup lebih berarti

  10. says:

    Secara garis besar buku ini menceritakan tentang adat dan budaya serta sistem kasta pada masyarakat Bali Selama ini kita hanya melihat keindahan panorama pantai dan juga keindahan tarian yang ditonjolkan Hal ini menjadikan salah satu daya tarik para wisatawan asing, namun tanpa kita ketahui sejarah serta kepahitan dari sistem kasta yang ada pada masyarakat Bali.Dalam buku ini sebagian besar perempuan menjadi sentral utamanya Bagaimana sistem kasta yang ada mengekang pergerakan perempuan ketik Secara garis besar buku ini menceritakan tentang adat dan budaya serta sistem kasta pada masyarakat Bali Selama ini kita hanya melihat keindahan panorama pantai dan juga keindahan tarian yang ditonjolkan Hal ini menjadikan salah satu daya tarik para wisatawan asing, namun tanpa kita ketahui sejarah serta kepahitan dari sistem kasta yang ada pada masyarakat Bali.Dalam buku ini sebagian besar perempuan menjadi sentral utamanya Bagaimana sistem kasta yang ada mengekang pergerakan perempuan ketika dihadapkan pada pilihan antara adat dan cinta.Pesan yang disampaikan oleh buku ini sampai kepada saya si pembaca dengan sangat baik Bagaimana kita harus bertanggung jawab atas pilihan yang telah kita buat, seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu tokoh sentral perempuan dalam buku ini yang berani mengambil keputusan yang cukup besar Perempuan berkasta brahmana yang hidup dengan segala kecukupan dan kehormatan berani keluar dari sistem kasta yang sebenarnya membelenggunya Cintanya kepada seorang pria berkasta sudra sangatlah besar, sehingga ia harus siap menanggalkan segala kemewahan yang selama ini tumbuh bersamanya.Dalam sistem kasta masyarakat Bali, jika perempuan brahmana kalangan bangsawan atau yang biasa disebut Ida Ayu menikah dengan pria sudra kalangan bawah maka ia harus menanggalkan segala kehormatannya Namun, jika pria brahmana menikah dengan perempuan sudra maka perempuan sudra ini otomatis akan terangkat derajatnya.Tarian bumi adalah novel yang banyak memberikan saya pengetahuan baru tentang adat, budaya dan trsdisi juga istilah istilah dalam kasta masyarakat Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *