Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia



Jejak Pers Indonesia Adalah Jalan Dan Usaha Merumahkan Bahasa Terus Menerus Dan Sekaligus Mengikat Kesatuan Tanah Dan Air Untuk Memelihara Kesadaran Berbangsa Jalan Ini Sudah Dan Akan Melahirkan Ribuan Koran Dan Sederet Tokoh Tokohnya Keseluruhan Bilangan Ekspresi Itu Mencoba Menyumbang Dengan Cara Dan Pandangannya Sendiri Untuk Kokohnya Sebuah Rumah Bahasa Dalam Serangkaian Penelitian Terhadap Seratus Tokoh Pers Indonesia Kita Bisa Melihat Sekaligus Merefleksikan Gambaran Bagaimana Aksentuasi Itu TerjadiSeratus Tokoh Yang Terhimpun Dalam Buku Ini Menunjuk Pada Semangat Jalan Pers Kita Dan Upaya Para Sais Yang Bekerja Sepenuh Jiwa Di Dalamnya Dalam Mengartikulasikan Dan Memberi Sumbangan Kepada Bahasa Indonesia Dan Tanah Air Dalam Upaya Membangun Citra Untuk Apa Dan Dalam Posisi Apa Nasionalisme Dibangun Dari Kurun Ke KurunIni Adalah Rekam Jejak Upaya Upaya Manusia Indonesia, Dalam Hal Ini Mereka Yang Berada Di Jalur Pers Dan Jurnalisme Mereka Ingin Memberi Citra, Menaklukan, Sekaligus Memberi Penghuni Pada Bahasa Indonesia Pada Akhirnya Seluruh Pergumulan Itu Diterima, Diberi Tempat Sekaligus Mengidentifikasi Diri Dalam Ruang Kebahasaan KitaTanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia

lahir di sumbawa, menghabiskan masa remaja di jember, menjajal bangku kuliah di jogjakarta, selanjutnya menjejakkan kaki di bandung dan bali separuh hidup dihabiskan dengan menziarahi tempat tempat suci yang jauh dari baghdad, yerusalem, tibet, ashram ashram di india, kuil kuil di jepang hingga mengkhidmati jejak masa silam yang agung di athena sekarang berkhidmat di jakarta

➼ Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia Download ➻ Author Taufik Rahzen – E17streets4all.co.uk
  • Softcover
  • 456 pages
  • Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia
  • Taufik Rahzen
  • Indonesian
  • 25 October 2019
  • 9791509381

10 thoughts on “Tanah Air Bahasa: Seratus Jejak Pers Indonesia

  1. says:

    Di kartu peminjam buku ini dari perpus sekolah, nama saya ada di baris satu, alias peminjam pertama Saya berharap di buku ini akan ada sesuatu yang saya cari, yaitu semacam romantisme yang narsistik berhubungan dengan dunia lama saya ini DKekhawatiran terbesar, mungkin menyesuaikan diri dengan gaya penulis yang segambreng Kekhawatiran yang terbukti Karenanya, setelah beberapa tokoh terlewati, saya dengan perasaan antara berat hati dan cepat2 ingin melepaskan diri, mengembalikan buku ini ke Di kartu peminjam buku ini dari perpus sekolah, nama saya ada di baris satu, alias peminjam pertama Saya berharap di buku ini akan ada sesuatu yang saya cari, yaitu semacam romantisme yang narsistik berhubungan dengan dunia lama saya ini DKekhawatiran terbesar, mungkin menyesuaikan diri dengan gaya penulis yang segambreng Kekhawatiran yang terbukti Karenanya, setelah beberapa tokoh terlewati, saya dengan perasaan antara berat hati dan cepat2 ingin melepaskan diri, mengembalikan buku ini ke perpustakaan, walau belum selesai dibaca Beraaat Tentunya setelah saya kasih dua bintang

  2. says:

    ini adalah rekam jejak upaya upaya manusia indonesia, dalam hal ini mereka yang berada di jalur pers dan jurnalisme Mereka ingin membangun, memelihara, memberi citra, menaklukan, sekaligus memberi penghuni pada bahasa Indonesia Pada akhirnya seluruh pergumulan itu diterima, diberi tempat, dan sekaligus mengidentifikasi diri dalam ruang kebahasaan kita Dengan segala kekuatannya dan kekurangannya, keberhasilan dan kegagalannya.Taufik Rahzensejauh membaca buku ini, terpatri kata kata dari H ini adalah rekam jejak upaya upaya manusia indonesia, dalam hal ini mereka yang berada di jalur pers dan jurnalisme Mereka ingin membangun, memelihara, memberi citra, menaklukan, sekaligus memberi penghuni pada bahasa Indonesia Pada akhirnya seluruh pergumulan itu diterima, diberi tempat, dan sekaligus mengidentifikasi diri dalam ruang kebahasaan kita Dengan segala kekuatannya dan kekurangannya, keberhasilan dan kegagalannya.Taufik Rahzensejauh membaca buku ini, terpatri kata kata dari Hadji Mohammad Misbach.jadilah manusia, jangan kehilangan kemanusiaan

  3. says:

    beli buku ini pas di Gramedia Pelangi..buku yang cukup lengkap menggambarkan perjalanan historis para jurnalis Indonesia.., dari jaman jebot sampai sekarang..Dari jaman Minke sampai ada Harmoko..Penuh inspirasi bagi orang yang suka mengedepankan kebenaran, bahwa kebenaran itu mahal harganya.., harus berani menantang hadangan opini publik yang bisa jadi dibuat yang bertentangan dengan kebenaran. aghh. review nya mbulet2 ga karuan..

  4. says:

    covernya agak2 mirip sama Mixed barangkali kesamaan cover hanya kebetulan semata.baru baca cerita udin yang entah kapan selesai dan bondan winarno sang detektip covernya agak2 mirip sama Mixed barangkali kesamaan cover hanya kebetulan semata.baru baca cerita udin yang entah kapan selesai dan bondan winarno sang detektip

  5. says:

    i don t know

  6. says:

    Buku Pegangan Wajib Anak Jurnalistik, untuk memahami Sejarah Jurnalisme Indonesia.

  7. says:

    agama saya adalah jurnalisme, kata andreas harsono, wartawan pantau maka saya beli buku ini dengan harapan bisa dijadikan kitab suci semoga tuhan tak marah gieb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *